Kamis, 30 Desember 2010

Kau Laahhh Cintaaa Kuuu ......

Terkadang hidup memang berat dan terkadang membuat kita hampir menyerah .....
Tapi, aku percaya kau lah pelindung dari hidupku ...
Sabarkan hati ku ...
Karna Kauu Lahh Cinta Kuu ....



MENJELANG hari yang bahagia, Tania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikahdengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Tania. Mereka ternyata sama herannya.


"Kenapa?" tanya mereka di hari Tania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Tania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sedang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Tania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu. Hatinya sibuk merangkai kata-kata. Mulut Tania terbuka. Semua menunggu, Tapi tak ada apapun yang keluar darisana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan menyadari, dia tak punya kata-kata!


Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Tania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya.

"Kamu pasti bercanda!" Tania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging diwajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Tania menyimpulkan mereka serius ketika mengira Tania bercanda.

Suasana menjadi hening. Bahkan keponakan-keponakan Tania semua menatap Tania! "Tania serius!" tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

"Tidak ada yang lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang

paling cantik!"


Tania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Tania tidak

sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh

seleidik .

"Tapi Tania tidak serius dengan Rafli, kan?" Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan

nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya

tidak harus iya, kan?"

Tania terkesima. "Kenapa?"

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami.

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa.

Tania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

Tania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama.

"Tania Cuma mau Rafli," sahutnya pendek dengan airmata. Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak

suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli.

"Tapi kenapa?"

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa.

Bergantian tiga saudara tua Tania mencoba membuka matanya. "Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Tania!"

Cukup! Tania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan

seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan

seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Tania lagi-lagi gagal membuka mulut untuk membela Rafli. Barangkali karena Tania memang tidak

tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta bisa membuat Rafli

tampak 'luar biasa'.

Tania Cuma punya rasa cinta yang besar untuk Rafli.

Akhirnya Tania dan Rafli menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Tania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Tania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.

Tania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Tania bisa merasakannya hanya dari

sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia memperlakukan Tania. Hal-hal sederhana yang membuat

perempuan itu sangat bahagia. "Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Tania."

Nada suara Tania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Tania hanya memandang lekat, mata

mereka terlihat tak percaya. "Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!"

"Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!" "Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya

kehidupan yang lebih baik!"

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak! Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan? Rafli juga pintar!

Tidak sepintarmu, Tania. Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Tania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma. "Lihat hidupmu, Tania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, Mapan.

Teganya kakak-kakak Tania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi

punya anak. Ketika lima tahun pernikahan berlalu, Perkataan itu tak juga berhenti. Padahal Tania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin

setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Tania lebih dari cukup untuk hidup senang.


"Tak apa," kata lelaki itu, ketika Tania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.

"Gaji Tania cukup, maksud Tania jika digabungkan dengan gaji Rafli."

Tania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa

besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik. "Sebaiknya Tania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?"

Lalu dia mengelus pipi Tania dan mendaratkan kecupan lembut.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan

biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Tania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Tania dikantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah,

rumah Tania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Tania memiliki suami terbaik di dunia.

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Tania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di

kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Tania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya resah. Tapi Tania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Saya hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Tania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Tania

mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Tania, atau

membuat Tania menangis.

***

Bayi yang dikandung Tania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

Harus segera dikeluarkan!"

Mula-mula dokter kandungan Tania memasukkan obat ke dalam rahim Tania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Tania dirumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara

kakak-kakak serta orangtua Tania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Tania tak menunjukkan

tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Tania. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

"Baru pembukaan satu."

"Belum ada perubahan, Bu."

"Sudah bertambah sedikit," kata seorang suster.

"Sekarang pembukaan satu lebih sedikit."

Tania dan Rafli berpandangan.

Tigapuluh jam berlalu. Tania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah,

mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

"Masih pembukaan dua, Pak!"

Rafli tercengang. Cemas. Tania tak bisa bahagia karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi

ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

"Ayah?"

Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

"Dokter?"

"Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali

pusar."

Mungkin?

Rafli dan Tania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Tania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan

genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi.

Pembiusan dilakukan, Tania dibawa ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia

tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum

kemudian dia tak sadarkan diri. Kepanikan yang dirasakan Rafli. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Tania yang baru tiba mendekat.

"Pendarahan hebat." Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!

Bayi mereka selamat, tapi Tania dalam kondisi kritis. Mama Tania yang baru tiba, menangis. Papa termangu

lama sekali. Saudara-saudara Tania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

***

Sudah seminggu lebih Tania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus

membagi perhatian bagi Tania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si

kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat. Tidak sampai empat hari, mereka sudah boleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Tania terkadang ikut menunggui Tania di rumah sakit, sesekali mereka ke

rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga

Tania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat

anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh,

Karena dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Tania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat

telinga Tania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan

menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Tania bisa merasakan kehadirannya.

"Tania, bangun, Cinta?"

Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih

berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Tania sambil menggenggam tangan istrinya mesra.

Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Tania kerumah sakit dan membacanya dengan suara pelan.

Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, "Tania, bangun, Cinta?"

Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Tania sadar, yang lain tak jadi

soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Tania, semua yang

menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Tania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat

sering lupa makan.

Ia ingin melihat Tania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Tania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Tania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama

ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Tania dan mendekapkannya ke dadanya,

mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Tania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah

merawat Tania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Tania, lalu mengantar

anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju

rumah dan menggendong Tania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Tania seperti remaja belasan

tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Tania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan

cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin tania selalu merasa cantik. Meski seringkali Tania

mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Tania, membuatnya

pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Dimata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu

menyertakan Tania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Tania harus ikut.

Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Tania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Tania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang

menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Tania ke sana

kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur tania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga,

sahabat, dan teman-teman Tania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, semua berbisik-bisik.

"Baik sekali suaminya!"

"Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!"

"Tania beruntung!"

"Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya."

"Tidak, cuma menerima apa adanya, kalian lihat

bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!"

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.Bisik-bisik yang serupa dengungan

yang sempat membuat Tania binggung. Tapi dia salah. Sangat salah. Tania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bisik-bisik itu

kini berbeda ?

Dari teras Tania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut

tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Tania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa

dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk

Tania.



Minggu, 26 Desember 2010

Karakter Seseorang Berdasarkan Tgl Lahir Menurut Al-Quran

AKu bakalan kasih tau sama kalian karakter-karakter seseorang ....
berdasarkan tgl lahir menurut Al-Quran ...

Dimulai dari ...

Tanggal 1
Surat Al Fatihah ( Pembukaan )

Menyukai hal baru, bernakat jadi pemimpin, seorang pioner, idealis, cendrung ingin sempurna, pandai memanfaatkan kesempatan, egois, harus selalu jadi prioritas utama, sering mengulangi kesalahan yang sama, orang yang belum kenal akan mengira anda sosok yang angkuh dan sulit ditaklukan.


Tanggal 2
Al Baqarah ( Sapi Betina )
Pekerja keras , taat hukum, memiliki jiwa sosial dan kepedulian tinggi, menyukai hal-hal yang bersifat rutinitas, jika dia mampu ada kecenderungan menjadi seorang dermawan, kurang inisiatif, sering dimanfaatkan orang lain serta gampang percaya orang.

Tanggal 3
Ali Imran ( Keluarga Imran )
Seorang pemimpin ( walaupun dalam kelompok kecil ), berhati-hati dalam bertindak, mengayomi, tegas, suka suasana perdebatan dan agak cerewet, jika wanita ia cenderung tomboy, ingin menang sendiri, seorang pemimpi dan sering berfantasi.

Tanggal 4
An Nisa ( Wanita )
Sensitif dan perasa, feminim, protektif terhadap keluarga, kreatif, kompak tapi mudah dipengaruhi, iseng.

Tanggal 5
Al Ma'idah ( Hidangan )
Diperlukan banyak orang, menyukai perubahan, memiliki insting yang lumayan, cepat bosan, ingin dilayani, susah diatur.

Tanggal 6
Al An'am ( Binatang Ternak )
Punya insting tajam, kurang mandiri, kadang seenaknya sendiri, emosional, pemalu dan kurang percaya diri, cepat berubah pikiran.

Tanggal 7
Al A' Raaf ( Tempat Tertinggi )

Cermat dan teliti, mudah mengambil hati orang lain, penuh inspirasi , tapi sayang orang yang lahir di tanggal ini cenderung orang yang sombong, suka meremehkan dan cepat puas.

Tanggal 8
Al Anfaal
Optimis, mobilitas tinggi, menyukai perubahan, gampang berubah pendirian, saat marah suka menyakiti diri sendiri.

Tanggal 9
At Taubah
Pemaaf, perfeksionis, mudah bergaul, tegas, tidak suka basa basi, tidak cepat puas, ingin selalu diperhatikan, keras kepala, mudah goyah.

Tanggal 10
Surah Yunus
Cepat menyesuaikan, banyak ide, kemauannya harus terpenuhi, cerdik, tidak bisa di kekang dan susah di atur, mudah menyangkal dan banyak alasan.

Tanggal 11
Huud
Dibutuhkan banyak orang, mudah menerima, berhati-hati dalam berbuat, tidak banyak kemauan, pasif, terkadang diremehkan, peka perasaan.

Tanggal 12
Yusuf
Percaya diri dan optimis, tekun dan teliti, disukai banya orang, emosional, tidak mudah percaya, tidak bisa menahan keinginan, ambisius.

Tanggal 13
Ar Ra'du ( Guruh/Petir )
Pemikir, dinamis, menyukai perbedaan, mudah menarik perhatian, logis, suka berdebat, temperamental, lambat memeahami sesuatu.

Tanggal 14
Ibrahim
Pembimbing yang baik, patuh, keras tapi tegas, banyak rencana, rela berkorban.

Tanggal 15
Al Hijr ( Batu )
Perfeksionis, keras kepala, telaten, gampang goyah pendiriannya, mudah di pengaruhi.

Tanggal 16
An Nahl ( Lebah )
Rajin dan tekun, ramah, peka terhadap suasana sekitar, berjiwa sosial, pandai memanfaatkan kesempatan, rapi, cerewet, sensitif dan agak cengeng, pendendam.

Tanggal 17
Al Israa
Idealis, banyak ide, suka berhayal, emosional, lebih produktif jika beraktifitas di malam hari ( kegiatan yang bermanfaat dan positip ).

Tanggal 18
Al Kahfi
Suka menolong, pengamat yang baik, pandai menyimpan rahasia ( baik itu rahasia sendiri / curhatan teman ), tidak mudah percaya, suka memendam masalah dan mengurung diri, susah ditebak jalan pikirannya.

Tanggal 19
Surah Maryam
Pengasuh, kekanak-kanakan, suka anak-anak, suka mengajar, sabar memiliki banyak cara menyelesaikan masalah, bicara berdasarkan bukti.

Tanggal 20
Thaha
Misterius, suka bepergian, memegang teguh aturan, suka lari dari tanggung jawab.

Tanggal 21
An Anbiyaa
Bertanggung jawab, seorang pemimpin dan pemikir, pendengar yang baik, ikhlas, tidak banyak kemauan.

Tanggal 22
Al Hajj
Segala sesuatu harus sempurna, mudah dipengaruhi, gamapng terpengaruh, suka berfikir muluk, suka keramaian.

Tanggal 23
Al Mu'minuun
Normatif, sensitive, feminim, fanatic terhadap sesuatu, mudah terpancing emosinya.

Tanggal 24
An Nuur ( Cahaya )
Mudah memberikan jalan keluar, cermat memilah masalah, pendengar setia, mudah tersinggung, suka mengungkit-ungkit, gampang menyalahkan.

Tanggal 25
Al Furqon
Punya skala prioritas tinggi, gemar membandingkan, ceplas ceplos, kurang inisiatif dan tidak banyak kemauan.

Tanggal 26
Asy Syuara
Pandai mengambil hati, suka berbelit-belit, kurang berani untuk menyampaikan keinginan, agak cerewet, tidak banyak keinginan , kurang romantis.

Tanggal 27
An Naml
Insting kuat, memiliki perencanaan yang baik, pandai memenfaatkan peluang, susah bekerja sendiri, mudah panic, tidak mau disalahkan, mudah tersinggung, tidak bisa ditentang.

Tanggal 28
Al Qashash
Berani, memegang komitmen, mudah bergaul, banyak ide, romantis, tapi sayang orang yang lahir di tanggal ini cenderung pendendam, emosional, pencemburu.

Tanggal 29
Al Ankabuut
Banyak kenalan, sabar, dinamis, kurang menyukai keramaian, tidak berfikir panjang, kurang pandai memelihara jaringan, bekerja kurang sistematis, mudah tersinggung.

Tanggal 30
Ar Ruum
Optimis, banyak akal, anggun, temperamental, suka bertindak semaunya dan ingin menang sendiri, pencemburu, semua keinginnannya harus terpenuhi.

Tanggal 31
Lukman
Bijaksana, seorang pemimpin, melindungi komunitasnya, sabar, tekad kuat, otoriter, setiap perintahnya harus di turuti.

Setiap Orang Berbeda Pula Sifatnya ......
Sooo ....Tergantung Pada Diri Anda Sendiri Baik dan Buruknya Sifat Anda ..........

Sabtu, 25 Desember 2010

Ini Salah Itu salah ia ....


hemmmm .......
hari ini hr ketiga aku libur smpai thun dpann ...
duhh lm ia ....
hhhhh....
padahalll cman 10 hari lohhh...
iaaa lm jg sihh ...
biasanya klau jam segini aku mau prg ngampus tuh. Kalau gak d kasih libur pengennya libur, ehhh udah libur binggung mau ngapainn ....

Hari ini aku bakalan ngasih tau gimana cr ngilangin rasa bosann saat libur kuliahh ...

  1. Kadang, rasa bosan datang karena badan dan pikiran. Tidur bisa menjadi solusi. Tidur singkat sekitar 10-20 menit kadang kala dapat mengembalikan energi dan motivasi yang sempat hilang lohh.
  2. Cara lain untuk mengatasi rasa bosan adalah dengan merubah jadwal harian. Hal-hal yang biasa dikerjakan di pagi hari, bisa dicoba di pindahkan ke jadwal sore / malam hari.
  3. Setiap manusia pasti senang mendapatkan hadiah. Ga harus hadiah mewah dan mahal. Cobalah untuk memberi hadiah pada diri sendiri. Bisa dengan segelas ice cream atau menghabiskan waktu di salon misalnya.
iaaahh ...
mungkin itu aja yg bs aku kassh ...
kalau ada yg lain silakan d cb sendiri ...
and good luck ...

Rabu, 15 Desember 2010

Campur dah ..

hemmm hari ini aku nulis blog lg ...
hh ...
aku ada dua crita hari ini ...
yang pertama cerita aku d kampus..
td waktu d kampus seperti biasa temen2 pada jajan d kantin padahal blum jamnya break..
eh.... tp tetep aja nyolong2 break,
mungkin ini yg diblang nyolong membawa berkahh ..
hahah ...
pada binggungkan ..-__-!
yg pasti membawa berkah buat si perut,
yg kedua membawa berkahh buat pilih2 jajanan mulai bsog2 ..
temen2 aku gak sengajan ngeliatt klau penjaga kanti ngambil air di bak kmar mandi dosennn ..
loohhhh ......
buat apa iaa ??
hhhh ..
kt si msih tebak2 aja ..
mungkin air buat untuk nyuci piring ..
atauuuu ?????
gak tau dehh ..
hh ...
kebetulan waktu kt cerita2 temen aku lg pda makan mie ..
jd kt ceritanya smbil ngebayangin klau bner itu air d jadiin buat masak ...
arrrggghhh ...
maaf iaa temen2 .
hh ....

cerita aku yg kedua waktu aku d rumah ..
hemmmm ....
malem itu d facebook pada sepi ...
akhirnya aku ngeputusin buat bka twitter ..
kebetulan aku bnyak follow artisss...artisss gitu ..
hh ...
selain mention nan ama temen2 aku ...
iaaaa aku baca2 status mereka doong ....
krena penasaran aku koment aja ...
ehhh ternyata 1:1000 ...
kemungkinan hanya 1 dari seribu komenntnya aku ..
ngarepp siii biar di bles ...
cerita ama temen2 ngak mau koment lg ..
tp krna penasaran dan ngarepp biar dibls ...
ehhhh ...
ternyata gak dibles lagi ....
gak digubris lagi ...
gak diliat lagi ....
at list cman blang makasih aja ...
udah seneng bnget ....
hhh ...
iaa udahhh lahh ...
mungkin sbuk ia ...
besog2 aku gak bakalan ......
gak coba ..
Looooohhh ..
hhhh ....
segini dulu ..
hhh ...